Penutupan Karantina Tahfidz Pemprov Sulsel Angkatan I dan II
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi menutup pelaksanaan Karantina Tahfidz Al-Qur’an Angkatan I dan II hari ini tanggal 25 Desember 2025 di Balai Kartini yang telah berlangsung selama 20 hari, terhitung sejak 6 hingga 25 Desember 2025 di dua tempat. Kegiatan ini menjadi salah satu program pembinaan keagamaan Pemprov Sulsel dalam mencetak generasi muda penghafal Al-Qur’an.
Penutupan kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh perwakilan SMA dan SMK se-Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, para peserta karantina, pembina, serta jajaran pemerintah daerah. Gubernur Sulawesi Selatan berhalangan hadir dan diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Biro Kesra) Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Kepala Biro Kesra menyampaikan bahwa Gubernur Sulawesi Selatan menyediakan dana khusus bagi para hafidz dan hafidzah yang ingin melanjutkan pendidikan, baik di dalam maupun di luar negeri. Bantuan tersebut akan diberikan melalui proses pendataan dan pendaftaran resmi, dengan syarat utama para peserta mampu menjaga konsistensi dalam hafalan dan pengamalan Al-Qur’an.Program Karantina Tahfidz ini diikuti oleh pelajar dari berbagai SMA dan SMK di wilayah Makassar dan Gowa. Selama 20 hari, para peserta mengikuti pembinaan intensif yang tidak hanya berfokus pada peningkatan hafalan, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Dalam sesi kesan dan pesan, para peserta mengungkapkan bahwa program ini sangat baik dan telah menjadi wadah bagi anak-anak yang ingin mempelajari serta menghafalkan Al-Qur’an. Selama mengikuti kegiatan, peserta merasakan banyak momen berharga yang penuh kebersamaan dan perjuangan.
Salah seorang peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang bernostalgia bagi mereka yang pernah mondok, sekaligus menjadi proses adaptasi bagi peserta yang belum pernah merasakan kehidupan pesantren. Proses menghafal Al-Qur’an dijalani dengan penuh kesungguhan.
Ada peserta yang menghafal di waktu luang, sebelum makan, sebelum dan sesudah halaqah sore, bahkan mengorbankan waktu tidur demi menambah hafalan.
Perwakilan peserta juga menyampaikan pesan agar senantiasa menjaga shalat dan tidak pernah meninggalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Penutupan kegiatan diakhiri dengan sambutan dari Ustadz Dr. Abdul Hakim. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya diberikan kepada para peserta Karantina Tahfidz, tetapi diturunkan untuk seluruh alam. Ia berharap para peserta dapat menjadi generasi Qur’ani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. selanjutnya beliau juga menyebutkan 10 nama terbaik peserta karantina tahfidz. Dengan berakhirnya Karantina Tahfidz Angkatan I dan II ini, Pemprov Sulawesi Selatan berharap lahir generasi muda yang berakhlak mulia, berpegang teguh pada Al-Qur’an, dan siap memberikan kontribusi positif bagi daerah dan bangsa.





Komentar
Posting Komentar